DETIKPOS.ID || SUMUT LABUSEL – 9 FEBRUARI 2026 Terkait dengan viralnya kasus pencurian berondolan yang terjadi di kebun PT Tolan Estate – Perlabian, Management PT Tolan Estate melalui Field Cordinator (FC) Security nya, Maulana Topan Siregar menjelaskan kronologis kejadian tersebut pada hari Senin (9/2/2026) di PT Tolan Estate.
Upaya pencurian brondolan sawit berhasil digagalkan oleh tim patroli Security PT Tolan Tiga Indonesia (TLE) saat melaksanakan patroli rutin di areal perkebunan. Seorang pria berinisial PS alias Kholik (36) diamankan setelah tertangkap tangan mengutip brondolan di Divisi I Blok D-03 OP 2005 pada hari kamis tanggal 5 Februari 2026 sore.
“Kejadian bermula sekitar pukul 17.53 WIB, saat dua personel patroli, Perdi Hakim Rambe dan Carles Leonardo Sinaga, melakukan patroli dengan berjalan kaki di areal tengah blok. Dari jarak sekitar 20 meter, keduanya melihat seorang pria tidak dikenal tengah mengutip brondolan dan memasukkannya ke dalam karung goni”. jelas Maulana.
Mengetahui aktivitas tersebut, tim patroli langsung melakukan pengejaran. Namun, saat hendak diamankan, pelaku justru mengeluarkan senjata tajam jenis arit dan mengancam personel dengan mengayunkan senjata tersebut beberapa kali. Meski menghadapi perlawanan tim patroli tetap sigap dan akhirnya berhasil melumpuhkan serta mengamankan pelaku beserta barang bukti.
“Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan satu karung brondolan seberat sekitar 20 kilogram dan satu bilah arit kecil milik pelaku. Berdasarkan hasil interogasi awal, pelaku diketahui telah beraksi sejak pukul 16.00 WIB, dengan jarak lokasi penangkapan sekitar 400 meter dari batas kebun”. sambungnya.
Pelaku kemudian diamankan ke pos terdekat sebelum dibawa ke Polsek Kampung Rakyat untuk proses hukum lebih lanjut. Namun setibanya di kantor polisi, karena ditemukan luka di bagian kening dan hidung, Kapolsek Kampung Rakyat menyarankan agar pelaku terlebih dahulu mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, tim Bazcorp membawa pelaku ke Klinik Tolan Medical Center hingga kondisinya pulih dan proses hukum dapat dilanjutkan.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Management PT Tolan Estate melalui Field Coordinator (FC) Security Maulana Topan Siregar, menyampaikan apresiasi atas keberanian dan profesionalisme personel di lapangan.
“Kami mengapresiasi kesigapan dan keberanian tim patroli yang tetap mengedepankan prosedur pengamanan meski menghadapi ancaman senjata tajam. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun komitmen kami menjaga aset perusahaan juga tidak bisa ditawar,” ujar Maulana.
Ia menegaskan bahwa manajemen PT Tolan Estate akan terus memperkuat sistem pengamanan sebagai langkah pencegahan.
“Ke depan, kami akan meningkatkan intensitas patroli di areal rawan, melakukan pengendapan untuk mengungkap pelaku lain, serta memperketat pengawasan di areal tengah blok. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar situasi tetap kondusif,” tambahnya.
( RED/TIM )






