YAFSI Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Penyintas Banjir di Kab. Langkat, Sumatra Utara

Daerah, Nasional, Sosial13 Dilihat

detikpos.id || Langkat. Banjir belum sepenuhnya surut di Lingkungan Perdamaian, Kelurahan Tangkahan Durian, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Di sejumlah sudut permukiman, sisa kayu dan puing rumah masih menumpuk. Banyak warga masih beradaptasi dengan kehilangan, seperti rumah yang hanyut, peralatan dapur yang rusak, serta aktivitas sehari-hari yang terhenti sejak air meluap.

Di tengah kondisi tersebut, Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir. Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya air bersih, sanitasi, dan kebersihan (WASH), serta perlindungan bagi kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak.

“Kami ingin bantuan sampai secepat mungkin, tapi tetap tepat sasaran,” kata Badriyah, Ketua YAFSI, pada Selasa, 10 Februari 2026. Menurutnya, respons darurat bencana perlu dibarengi pendekatan kemanusiaan dan membuka ruang pemulihan berkelanjutan agar warga tidak terus berada dalam situasi rentan.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, sejak Sabtu hingga Senin, 7–9 Februari 2026. Pada hari pertama, tim menyalurkan _shelter kit_ dan peralatan memasak kepada 27 keluarga yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir. Sehari kemudian, bantuan sembako diberikan kepada 120 kepala keluarga terdampak.

Perhatian juga diarahkan pada anak-anak, kelompok rentan yang kerap luput dari sorotan dalam situasi darurat. Pada hari terakhir, YAFSI meresmikan Ruang Ramah Anak sekaligus menyalurkan tas dan alat tulis untuk 110 anak. Ruang ini disiapkan sebagai tempat aman bagi anak untuk bermain, belajar, sekaligus memulihkan kondisi psikologis mereka.

Selain distribusi bantuan, YAFSI juga menyelenggarakan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak dan orang tua selama dua hari, Sabtu dan Minggu. Kegiatan meliputi menonton film bersama, permainan tradisional, serta sesi edukasi yang membantu keluarga menghadapi tekanan dan trauma pascabencana.

“Ruang Ramah Anak ini bukan sekadar tempat bermain,” ujar Badriyah. “Kami melihatnya sebagai bagian dari proses pemulihan, agar anak-anak dan keluarganya kembali merasa aman dan perlahan bangkit.”

Peresmian Ruang Ramah Anak dihadiri oleh Lurah Tangkahan Durian serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatra Utara. Kehadiran warga, tokoh masyarakat, dan kepala lingkungan menunjukkan dukungan komunitas terhadap upaya pemulihan yang dilakukan secara bersama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sumatra Pulih dan Lestari yang dilaksanakan oleh YAFSI bersama Penabulu-Oxfam, sebagai upaya memastikan bahwa bantuan kemanusiaan tidak berhenti pada respons darurat, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkuat ketahanan warga, melindungi kelompok rentan, dan mendorong kesiapsiagaan desa menghadapi bencana yang kian sering terjadi. (red)

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments