detikpos.id — Universitas Sumatera Utara (USU) mendorong pengembangan UMKM perempuan pesisir di Kabupaten Batu Bara melalui inovasi teknologi pengemasan dan pemasaran digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini menyasar Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI), kelompok perempuan nelayan yang mengolah kerang siput menterang menjadi produk rendang siap santap.
Kegiatan ini diketuai Franklin Asido Rossevelt, S.AP., M.K.P., dengan anggota Dr. Nauas Domu Marihot Romauli, S.TP., M.Eng., dan Muhammad Arif Lubis, S.E., M.Si.
Program tersebut bertujuan membantu KPPI mengatasi kendala produksi dan pengemasan yang masih konvensional, sekaligus memperluas pemasaran produk. Tim USU merancang penerapan teknologi pengemasan, pelatihan produksi higienis, serta pendampingan pemasaran melalui media sosial dan platform e-commerce.
Ketua tim pengabdian, Franklin Asido Rossevelt, mengatakan UMKM perlu terus berinovasi dalam pengolahan produk dan strategi penjualan agar mampu bersaing di era digital.
Menurutnya, Rendang Kerang Siput Menterang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan lokal yang mampu menjangkau pasar lebih luas, baik nasional maupun mancanegara.
Program ini menargetkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 50–70 persen, penurunan biaya pengemasan sebesar 20–30 persen, serta peningkatan omzet mitra minimal 80 persen dibandingkan kondisi awal. Pemanfaatan pemasaran digital juga diharapkan dapat memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan daya saing produk.
Melalui program ini, USU berharap KPPI semakin mandiri dalam mengembangkan usaha olahan hasil laut, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperkuat peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.
Program pengabdian ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk Tahun Anggaran 2026/2027 serta dukungan Universitas Sumatera Utara melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM USU). (SP)






