Berstatus Suami Orang, Oknum Guru Satu Rumah dengan Oknum Camat digrebek Warga

Daerah189 Dilihat

DETIKPOS. ID || BENGKULU SELUMA – Desa Riak Siabun 1 kecamatan Sukaraja kabupaten Seluma Senin Sore dihebohkan dengan ribut ribut disalah satu rumah kos di dusun 4, keributan ini dipicu oknum camat HA dan oknum guru YR salah satu kecamatan di kabupaten Seluma digrebek warga yang diduga suami dari pasangan bukan muhrim yang kedapatan sedang berduaan dengan oknum camat.

Saat tim awak media detikpos mencoba melakukan kebenaran peristiwa tindak pidana asusila, Agung kepala desa membenarkan kejadian tersebut, dan tempat kejadian perkara TKP memang masih wilayah desa Riak Siabun 1.

“Soal peristiwa yang diduga perbuatan asusila memang benar, tapi lokasi kejadian berada didusun 4 dan lokasi itu agak jauh dari pemukiman desaa,” ucap agung kepala desa Riak Siabun.

“Soal kronologis kejadian kita kurang paham yang pastinya pelaku pria merupakan oknum camat inisial HA dan pelaku wanitanya oknum guru inisial ,” tuturnya lagi.

Terkait kejadian ini kedua belah pihak sudah sepakat melakukan perdamaian.

“Setelah kejadian penggrebekan oleh suami kedua belah pihak memang ada datang ke rumah saya dengan ditemani rombongan dari kepolisian Polsek Sukaraja, dari keluarga kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan ” ucap Agung kepala desa Riak Siabun 1.

Selepas perdamaian itu kami kini sedang berupaya melakukan pemanggilan kepada pemilik kosan dan kedua belah pihak pelaku untuk melakukan cuci kampung.

” Melalui badan adat kami akan memanggil oknum camat dan oknum guru tersebut guna melakukan sanksi adat menurut cara adat kami disini guna melakukan cuci dusun, dan pemanggilan ini akan kami laksanakan sesegera mungkin, untuk sanksi adatnya akan kami bahas melalui rapat masyarakat adat ,” imbuhnya lagi.

Namun saat tim awak media detikpos menelusuri kembali ke tempat kejadian perkara TKP menemui tetangga rumah kosan, juga membenarkan kalau pada hari Senin sore 7 Desember 2025 telah terjadi penggrebekan pasangan bukan muhrim ditempat kosan tersebut.

“memang benar pak kemaren sore ada kejadian penggrebekan dikosan depan rumah saya namun soal pelaku saya kurang paham, namun yang jelas pelaku penggrebekan dilakukan oleh suami si wanita,” ucap y yang namanya minta disembunyikan.

kalau soal berapa lama kedua pelaku ngekos disitu terungkap sudah semenjak dari awal bulan Oktober 2025.

“Setau saya mereka mengontrak rumah itu dari awal bulan oktober 2025, waktu itu sempat sih saya tanya status mereka dan kata mereka statusnya suami istri,dan sampai terakhir kemarin lah kami baru mengetahui status aslinya setelah penggrebekan,” ucap y kembali.

Peristiwa ini sempat menarik perhatian masyarakat setempat, terutama karena melibatkan pejabat publik dan tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan.

Warga berharap instansi terkait dapat memberikan penjelasan dan mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Heno.

 

 

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments