BACADNAS Kemhan RI dan FKBN Tinjau Desa Sukolilo, Pertanian Organik Berbasis Bela Negara Lamongan Jadi capres di Percontohan Ketahanan Pangan Nasional

Daerah94 Dilihat

 

detikpos.id.LAMONGAN – Keberhasilan Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, dalam mengembangkan pertanian organik berbasis Bela Negara mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Hal itu ditandai dengan kunjungan Kepala Bidang Lingkungan Masyarakat (Kabid Lingmas) Bela Negara Pusat Cadangan Nasional (Puscadnas) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Kolonel Ruddy Hermawan, S.H., S.I.P., pada 13 Juni 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan meninjau secara langsung implementasi pertanian organik yang dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi nilai-nilai Bela Negara. Program yang digagas KOGAPHAN FKBN Pusat itu dinilai menjadi contoh konkret sinergi antara semangat kebangsaan, kemandirian pangan, dan pelestarian lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasatwas KOGAPHAN FKBN Mayjen TNI (Purn) H. Adi Sudaryanto, S.I.P., Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, Kepala Badan Koordinator Pusat Forum Kader Bela Negara (FKBN) Angga Rahadian Tirta Wijaya, jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan, serta pengurus FKBN Kabupaten Lamongan.

Sekretaris Utama FKBN Pusat (Sestama), M. Elpin Subagus, juga menurunkan personel khusus FKBN yang tergabung dalam Korps Gabungan Potensi Pertahanan (KOGAPHAN) untuk mendukung kegiatan sekaligus memperkenalkan keberadaan dan peran satuan khusus FKBN kepada jajaran pengurus di daerah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan lokasi percontohan penanaman padi organik di Desa Sukolilo. Di lokasi tersebut, Kolonel Ruddy Hermawan bersama rombongan berdialog langsung dengan para petani mengenai proses budidaya, manfaat penggunaan bahan organik, serta tantangan dalam mengembangkan pertanian tanpa ketergantungan pada bahan kimia sintetis.

Kolonel Ruddy Hermawan mengapresiasi inisiatif masyarakat Lamongan yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Bela Negara ke dalam sektor pertanian.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pertahanan negara. Bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri akan memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Kemandirian pangan adalah bagian dari Bela Negara. Apa yang dilakukan masyarakat Lamongan ini merupakan contoh nyata bagaimana semangat cinta tanah air diwujudkan melalui kerja keras menghasilkan pangan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatwas KOGAPHAN FKBN, Mayjen TNI (Purn) H. Adi Sudaryanto, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki keterkaitan erat dengan upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Menurut mantan Pangdam V/Brawijaya tersebut, pertanian organik tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi strategi penting dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim global.

Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan pertanian organik di Kabupaten Lamongan.

Ia menilai keterlibatan TNI dalam mendukung program ketahanan pangan merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi semangat Bela Negara.

“Kami siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program-program yang berdampak positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah,” tegasnya.

Kepala Badan Koordinator Pusat FKBN, Angga Rahadian Tirta Wijaya, mengaku bangga atas keberhasilan Lamongan dalam mengembangkan pertanian organik berbasis nilai-nilai kebangsaan.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Tim KOGAPHAN Pusat yang turun langsung mendukung kegiatan di lapangan.
Menurutnya, model pertanian organik berbasis Bela Negara yang dikembangkan di Desa Sukolilo layak direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

“Bela Negara tidak hanya diwujudkan melalui aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui upaya membangun kemandirian pangan, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, perhatian peserta juga tertuju pada pemaparan Abah Mustain, perintis sekaligus pembuat pestisida organik yang digunakan dalam budidaya padi di Desa Sukolilo.

Ia menjelaskan bahwa pestisida organik diracik dari berbagai bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar dan terbukti mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan kimia, menjaga kesuburan tanah, serta menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan aman dikonsumsi.

“Alam sudah menyediakan banyak bahan yang bisa dimanfaatkan. Tinggal bagaimana kita mau belajar dan kembali memanfaatkan kearifan lokal dalam bertani,” katanya.

Testimoni dari perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan dan para petani juga menunjukkan dampak positif penerapan pertanian organik, mulai dari menurunnya biaya produksi hingga meningkatnya kualitas hasil panen.

Kepala FKBN Bakorda Lamongan, M. Ferry Fadli, menegaskan bahwa kunjungan pejabat Kemhan RI dan berbagai pihak terkait menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari desa mampu menarik perhatian nasional.

“Lamongan telah menunjukkan bahwa menjaga ketahanan pangan merupakan bagian dari menjaga ketahanan bangsa. Dengan semangat gotong royong dan nilai-nilai Bela Negara, pertanian organik dapat menjadi kekuatan baru menuju kemandirian pangan Indonesia,” tegas Ferry.

Keberhasilan Desa Sukolilo diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun pertanian yang sehat, ramah lingkungan, berkelanjutan, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap tanah air melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Pewarta: Wardiyansyah

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments