Berselimut Lumpur, Ketua DPRD Kota Metro Terjun ke Sawah — Komitmen Nyata Demi Petani, Bukan Sekadar Foto fose

Daerah126 Dilihat

 

 

Detikpos id. Kota Metro — Siapa sangka, untuk menunjukkan komitmen terhadap para petani dan isu ketahanan pangan, Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, rela turun ke areal persawahan hingga tersangkut lumpur. Momen ini terjadi saat kegiatan tanam padi bersama program Petani Mitra Adhyaksa (PMA), di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan, Selasa (4/11/2025).

 

Tiba di lokasi dengan semangat tinggi, Ria Hartini langsung mengenakan sepatu boots anti-lumpur — tapi seperti kalah cepat dengan medan sawah yang licin dan tangguh. Sepatunya tertancap lumpur, langkahnya tersendat, membuat suasana berubah jadi sedikit “humor lapangan” di tengah keseriusan agenda.

 

Meski demikian, setelah sedikit tersengal-geleng, Ria tetap berdiri teguh dan menyampaikan pernyataan tegas:

“Kami akan terus berupaya tingkatkan kesejahteraan petani dan wujudkan kedaulatan pangan di Kota Metro.”

 

Kegiatan itu bukan sekadar simbol. Pemerintah Kota Metro melalui instansi terkait mengalokasikan bantuan alsintan (alat pertanian) dan dukungan lainnya bagi petani. Di samping itu, kolaborasi dengan aparat penegak hukum lewat PMA diluncurkan sebagai strategi multipihak: pemberdayaan petani sekaligus menjaga kepastian regulasi dan dukungan pemerintah.

 

Di balik kelucuan boots tertancap, sebenarnya tersimpan pesan serius: bahwa sektor pertanian — meski berada di daerah perkotaan seperti Metro — mesti mendapat perhatian penuh. Ketahanan pangan bukan proyek foto “one-day only”, melainkan aksi nyata yang menuntut hadirnya pemangku kepentingan turun ke lapangan. Ria Hartini tampaknya siap turun ke lumpur — secara harfiah — demi menegaskan panggilan itu.

Namun, harapan muncul: bahwa aksi ini tak berhenti di media sosial atau foto-foto ciamik. Tugas selanjutnya adalah realisasi distribusi bantuan tepat sasaran, pembinaan yang berjalan berkelanjutan, hingga meningkatnya produktivitas petani. Jika tidak, lumpur itu tak akan jadi saksi keberhasilan — melainkan hanya latar belakang drama politis.

 

Akhirnya, di tengah sorak-sorai petani dan deru mesin alsintan, satu hal jelas: Komitmen kuat dinyatakan dari lapangan — bukan dari balik meja rapat. Lumpur mungkin licin dan mengganggu langkah, tapi jika langkah itu mengarah ke kesejahteraan petani dan ketahanan pangan, tampaknya lumpur bukan penghalang — melainkan jalan(ADV)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments