Gejala Mulut Berbusa, Penyakit Ditandai Dengan Perut Ternak Kambing Yang Terlihat Kembung.Bumdes Tenangan Jaya Mengalami Kerugian

Daerah149 Dilihat

DETIKPOS.ID || BENGKULU SELUMA- Dalam rangka menjalankan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi(Permendes PDTT) Nomor 2 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kepmendesa PDT) Nomor 3 Tahun 2025, bahwa 20% Dana Desa harus dialokasikan untuk ketahanan pangan. Sementara itu, Kepmendesa PDT No. 3 Tahun 2025 memberikan panduan penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan dalam mendukung program swasembada pangan.

Direktur BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) berperan sebagai pengelola usaha perkembangbiakan kambing,saat jumpa pers Jumat 27 Pebruari 2026 dikantor desa bersama dgn sekretaris dan bendahara, Direktur Bumdes juga menyebutkan bahwa kasus kambing yang terjangkit penyakit mata ini merupakan yang pertama didesa tenangan. Salah satu ciri yang ditemukan adalah mulut kambing berbusa. Sebagai informasi, selain gejala mulut berbusa, penyakit ini juga ditandai dengan perut kambing yang terlihat kembung, Kami tetap tenang dan tidak panik, gejala  menemuan ini,segera laporkan kepada Pemdes serta petugas terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” Serta didokumentasikan terenak yang mati tambahnya.

Direktur Bumdes Tenangan Jaya juga

menjelaskan jumlah dana pertenakan kambing tahun 2025 Rp132.817.000.dengan  jumlah kambing 41 ekor,kambing  betina 38  ekor dgn harga 1.850.000 , jantan 3 ekor dengan harga 1.950 .000 ekor,luas kandang p : 20 M x L : 5 M yang memberikan dampak positif bagi perekonomian desa dan pemenuhan kebutuhan pangan. BUMDes dapat mengelola peternakan kambing secara profesional, mulai dari pengadaan bibit, pakan, perawatan, hingga pemasaran hasil ternak. Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes dapat meningkatkan produksi kambing, baik untuk konsumsi daging maupun untuk bibit, sehingga ketersediaan pangan meningkat. Usaha peternakan kambing dapat melibatkan masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan mereka Selain itu, Kotoran kambing dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian, meningkatkan hasil panen dan produktivitas Mengalami kerugian 14 ekor mati dikarenakan akibat kembung pada ternak kambing.

Menurut Kepala Desa Tenangan, Peri saat ditemui wartawan menyampaikan, dana yang digelontorkan untuk BUMDES, ,20% Dana Desa, yang Mulai dibelikan kambing Rp 132.817.900 sebanyak 41 ekor kambing baik jantan dan betina, berikut untuk pembuatan  kandangnya serta pengadaan pakan, perawatan, hingga pemasaran hasil ternak. Dengan pengelolaan yang baik

Dengan adanya BUMDES tersebut Mengalami kerugian 14 ekor mati dikarenakan akibat kembung pada ternak kambing. diharapkan kedepanya bisa Semangat meningkatkan pendapatan desa, yang pada akhirya tingkat perekonomian bisa lebih maju lagi, pungkas peri . Andri-nd

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments